MENIKMATI PESONA PULAU BUNTA DI ACEH BESAR

Di Aceh Besar, banyak pilihan tempat wisata yang bagus, dan dijamin tidak membosankan. Seperti menikmati putihnya pasir pantai Lampuuk, menikmati sejuknya air terjun Luthu Lamweu, berendam di kolam air panas di Krueng Raya, dan memancing ikan di Lhok Mata Ie.

Selain itu, bila Anda bosan berwisata di daratan melulu, dan ingin yang lebih menantang lagi, yaitu naik boat dan menikmati matahari terbenam di tengah lautan, di Aceh Besar lah surganya. Di Kabupaten Aceh Besar ada banyak pilihan tempat wisata pulau, seperti, Pulau Nasi, Pulau Breueh, Pulau Batee, Pulau Bunta, dan beberapa pulau kecil lainnya.

Dari sejumlah pulau yang Loveaceh.com sebutkan di atas, Pulau Bunta patut Anda datangi. Pulau Bunta adalah salah satu dari sebagian pulau kecil yang terdapat di Aceh Besar. Pulau ini terletak di Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Kalau di lihat dari Google Maps, pulau ini memang mirip seperti unta yang sedang merayap, mungkin karena alasan inilah di sebut Pulau Bunta.

Nampak Pulau Bunta di lingkaran kuning kiri

“Sebelum tsunami melanda Aceh, dulunya disini ada pemukiman penduduk, Gampong Bunta nama desanya. Tapi sayangnya, setelah tsunami melanda, banyak penduduk yang meninggalkan pulau ini dan pindah ke daratan Aceh, mereka tinggal di sejumlah desa di Kecamatan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar”, kata kepala desa Gampong Bunta, Amir kepada tim Loveaceh.com yang kami jumpai di rumahnya di Gampong Bunta, Pulau Bunta.

Masih menurut cerita kepala desa Gampong Bunta, meskipun banyak warganya yang tidak menetap di pulau ini lagi, akan tetapi di KTP mereka masih tertulis alamat dan tempat tinggal di Desa Gampong Bunta.

“Beberapa bulan lagi, kami akan mengadakan gotong royong massal, membersihkan Desa Gampong Bunta ini, dan akan membangun sejumlah fasilitas, karena kami ingin kembali menetap dan tinggal lagi di Desa Kampung Bunta ini”, kata Amir yang baru terpilih sebagai kepala desa Pulau Bunta yang baru.

Bila Anda hendak berwisata ke pulau ini, Anda jangan kuatir akan tidak adanya tempat berteduh, karena disini masih banyak terdapat rumah-rumah penduduk, ada yang sudah rusak tidak terawat, dan ada juga yang masih bagus karena masih di tempati.

Menurut pantauan kami, dari sepuluh rumah yang ada, sekitar 7 rumah yang masih di tempati. Mereka yang masih menetap di rumah ini sebagian besar bekerja sebagai nelayan dan berkebun.

Selain itu, fasilitas lainnya yang ada di pulau ini, dan bagi Anda yang ingin menginap atau bermalam adalah sebuah bangunan balai, mushola, dan juga sumur yang bisa Anda gunakan untuk mandi dan memasak. Untuk listrik jangan harap ada, jadi Anda harus membawa gengset atau power bank sendiri untuk sekedar charger handphone, dan kamera.

Lalu bagaimana dengan sinyal telepon seluler dan internet? Anda tidak perlu takut, karena sinyal telepon seluler disini lumayan bagus, hal ini karena pulau ini dekat dengan daratan Aceh, dan cukup dekat dengan tower BTS. Akses internet juga lumayan, untuk sekedar browsing, dan upploud foto ke sosial media masih bisa Anda lakukan.

Masih di pulau yang kecil ini, Anda bisa menikmati pantai yang indah dengan hamparan luas pasir putihnya yang eksotis, laut biru tanpa kotoran, melihat pesona matahari tenggelam (sunset)  yang hampir sempurna, dan aneka jenis ikan laut yang sangat menggoda untuk di pancing.

Nah, Anda juga bisa snorkeling disini dan menikmati aneka ikan laut dan terumbu karang yang tidak kalah bagus dari Pantai Iboh, Sabang. Perlu di ingat, untuk snorkeling Anda harus membawa sendiri perlengkapannya, karena di sini tidak tersedia fasilitas apapun.

Selain itu, Anda juga bisa mengelilingi pulau ini, melihat ribuan pohon kelapa yang tumbuh di lereng-lereng bukit, mendaki tebing, masuk ke hutan, melihat aneka jenis burung, dan naik ke puncak menara mercusuar.

Di atas puncak menara mercusuar ini, sensasi yang bisa Anda peroleh adalah melihat pemandangan birunya laut lepas yang menakjubkan, hamparan luas Samudera Hindia, melihat daratan Aceh, pantai Lampuuk, Pulau Batee, dan Anda juga bisa melihat Sabang dari kejauhan.

Selain itu, di atas menara mercusuar, Anda bisa melihat kapal-kapal besar yang lewat, boat nelayan yang mencari ikan, dan di tambah lagi dengan pemandangan alam yang eksotik yang memanjakan mata.

Jangan lupa untuk membawa kamera, karena di atas menara mercusuar ini sangat menakjubkan untuk foto selfie. Untuk sampai ke menara mercusuar ini, Anda harus menempuh perjalanan kaki sekitar 1 jam dari dermaga.

Ada yang aneh di pulau ini, Anda tidak akan menjumpai nyamuk. Jadi tidak perlu takut akan gigitan nyamuk. Selain nyamuk, di pulau ini juga tidak terdapat tupai, monyet, anjing dan kodok. Binatang liar yang banyak terdapat di pulau ini adalah babi hutan, jadi hati-hati bila masuk ke hutan di malam hari.

Bila ingin mendatangi pulau ini, dari Bandara Sultan Iskandar Muda ke pelabuhan Ulee Lheue jaraknya sekitar 30 menit naik becak atau mini bus. Dan untuk sampai ke pulau ini, tidak ada alat transportasi khusus, jadi Anda harus menyewa boat nelayan terlebih dahulu. Biaya sewa boat nelayan berkisar 1 jutaan, dan dapat memuat sekitar 15 orang.

Untuk jarak tempuh sendiri, dari pelabuhan Ulee Lheue ke Pulau Bunta berkisar 1 jam lebih, tergantung jenis kapal nelayan yang Anda tumpangi. Selain dari Ulee Lheue, Anda bisa juga naik kapal nelayan dari Desa Lamteungoh, Kecamatan Pekan Bada, Aceh Besar. Untuk harga dan jarak tempuhnya kurang lebih juga sama.

Perlu di ingat, Anda mesti melihat cuaca, bila sedang hujan atau lagi musim barat, tidak ada boat nelayan yang mau melayani Anda menuju Pulau Bunta, karena mereka tidak mau bertanggung jawab akan hal buruk yang bisa terjadi kapan saja.

Nah, bagaimana tertarik untuk mengunjungi dan menikmati keindahan Pulau Bunta yang masih perawan dan unik ini? Jadikan pulau ini sebagai destinasi liburan di akhir pekan Anda. Ingat, dimanapun tempat kita berwisata selalu menjaga kelestarian lingkungan. Terimakasih!

Sumber : http://www.loveaceh.com/wisata/menikmati-pesona-pulau-bunta-di-aceh-besar/

Leave a Reply