Kini Firefly Terbang Setiap Hari Ke Banda Aceh

BANDA ACEH – Maskapai penerbangan Firefly makin melebarkan sayap bisnisnya. Terhitung Sabtu, 1 Agustus 2015, Firefly menambah frekuensi terbang untuk rute Banda Aceh-Penang (Malaysia) tujuh kali seminggu (setiap hari). Ini mengindikasikan, respons pasar terhadap layanan Firefly di rute Aceh-Penang mendapat respons pasar yang luar biasa.

1411492

Pesawat Firefly Rute Banda Aceh Penang

“Jadwal rutin terbang kita yang selama ini empat kali seminggu, alhamdulillah karena mendapat respons sangat baik dari penumpang, maka mulai 1 Agustus akan kami tambah frekuensi terbangnya menjadi setiap hari,” kata Marketing & Communications at Firefly Airlines, Megat Fariz, kepada Serambi, Rabu (29/7).

Megat Fariz menyebutkan, mulai 1 Agustus Firefly melayani rute Banda Aceh-Penang dan sebaliknya setiap hari dengan waktu terbang Penang-Banda Aceh pukul 11.05 waktu setempat dan Banda Aceh-Penang pukul 12.15 WIB. Sementara sebelumnya melayani terbang Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu dengan waktu terbang yang sama.

Station Manager Firefly Banda Aceh, Syahwira Danuddin menyebutkan, frekuensi terbang itu ditambah, menurutnya, karena respons penumpang menuju Penang maupun dari Penang ke Banda Aceh sekarang menunjukkan angka positif. Per hari penumpang mencapai 60 persen dari 72 seat yang disediakan oleh pesawat jenis ATR dengan nomor flight FY 3400 dan FY 3401 itu.

Dengan adanya penambahan frekuensi ini, bisa memudahkan penumpang yang ingin melanjutkan perjalanannya ke Kuala Lumpur, tersambung langsung penerbangan dari Banda Aceh-Penang-Subang Airport, Kuala Lumpur, ujar Syahwira.

Pesawat Boeing Firefly

Pesawat Boeing Firefly

Menurutnya, dengan menggunakan Firefly dari Banda Aceh-Penang-Subang Airport bisa memudahkan penumpang menuju Kuala Lumpur, karena Bandara Subang ini lebih dekat ke Kuala Lumpur daripada bandara baru.

“Penambahan frekuensi terbang Firefly juga saya kira salah satu bentuk dukungan kami kepada program-program pemerintah, terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh untuk mempromosikan Aceh dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Serambi Mekkah ini,” tandas Syahwira.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Drs Reza Fahlevi MSi kepada Serambi mengatakan, penambahan frekuensi terbang Firefly ke Banda Aceh maupun sebaliknya, sama seperti penerbangan AirAsia yang menambahkan frekuensi terbangnya ini menunjukkan bahwa minat pengunjung dari Malaysia dan juga sebaliknya sedang mengalami peningkatan.

“Sangat membantu promosi Aceh dalam mengatasi masalah akses dari dan ke Aceh, karena salah satu syarat utama destinasi wisata adalah mudahnya aksesibilitas,” kata Reza.

Ia tambahkan, upaya pemerintah untuk mendatangkan wisatawan ke Aceh salah satunya adalah dengan memperluas jaringan kerja sama dengan pelaku bisnis pariwisata datau travel-trevel yang ada di Malaysia.

“Kita juga memfasilitasi pertemuan para pelaku wisata Aceh-Malaysia, juga pernah mengikuti expo yang digelar di Malaysia. Kita juga mengundang para pelaku bisnis di Malaysia untuk melihat langsung berbagai destinasi wisata Aceh, sehingga mereka melakukan kerja sama dengan pelaku wisata di Aceh dan dengan kerja sama itu Aceh akan dipromosikan juga di Malaysia,” papar Reza.

Bila Malaysia, khususnya Penang, mempromosikan wisata kesehatannya, menurut Reza, Aceh sangat layak mempromosikan wisata heritage (kekayaan sejarah) dan wisata religi.

Lam Wah Ee salah satu Rumah Sakit Favorit dan Murah di Penang

Lam Wah Ee salah satu Rumah Sakit Favorit dan Murah di Penang

“Tentunya wisata sejarah dan religi sangat layak kita promosikan. Sekarang, wisata religi Aceh sangat diminati wisatawan asing, terutama didominasi wisatawan Malaysia,” demikian Reza Fahlevi.(avi)

Sumber : Serambi Indonesia