ACEH DAN ROHINGYA

Dalam beberapa hari terakhir ini isu rohingya kembali mengemuka dan menjadi bahan perbincangan dunia. Pada tanggal 11 Mei 2015 ratusan manusia perahu yang terombang ambing di lautan hampir 3 bulan akhirnya terdampar di Pantai timur Aceh. Nelayan dan warga sekitar menyelamatkan warga rohingya yang terapung di lautan. Banyak dari mereka yang sakit dan mengalami kekurangan nutrisi karena sudah 3 bulan berada di lautan bebas tanpa asupan makanan dan minuman yang mencukupi. Banyak dari mereka juga tewas dan dibuang di lautan luas. Sungguh sebuah tragedi yang sangat mengiris rasa kemanusiaan.

Imigran Rohingya Shalat Berjamaah

Imigran Rohingya Shalat Berjamaah

Aceh muncul sebagai penyelamat ditengah banyaknya negara menolak kehadiran Rohingya dan Bangladesh. Nelayan Aceh menyelamatkan mereka dengan berbekal rasa kemanusiaan sebagai saudara seiman, karena sebagian besar etnis rohingya ini beragama islam. Masyarakat Aceh juga berpikir bahwa mereka dulu juga pernah merasakan bagaimana menjadi pengungsi, bagaimana harus keluar dari negeri ini di tengah huru hara. Konflik 36 tahun menyebabkan rasa kemanusiaan masyarakat terhadap rohingya sangat besar. Dan juga masyarakat Aceh juga pernah merasakan musibah tsunami yang sangat besar sehingga masyarakat Aceh sangat mengerti makna saling membantu antar sesama.

rohingya 2

Gubernur Aceh juga pernah mengungsi ke Swedia untuk beberapa tahun saat gejolak konflik di Aceh. Wakil Gubernur juga pernah mengungsi disaat pasukan Kopassus memburu Anggota Gerakan Aceh Merdeka di Aceh. Dan sangat banyak orang Aceh yang mengungsi ke negara lain terutama Malaysia untuk menyelamatkan nyawa mereka dari pusaran konflik yang sangat berkecamuk pada itu.

Oleh sebab itu, masyarakat Aceh memiliki kesadaran dan rasa prihatin yang sangat kuat atas nasib warga rohingya yang ditindas oleh rejim junta militer Myanmar dikarenakan mereka merupakan etnis minoritas disana. Masyarakat Aceh juga sangat memahami sebagai sesama muslim wajib saling membantu untuk menyelamatkan saudara seiman.

Ulama Mufti Perlis Malaysia, Dr Muhammad Asri Zainal Abidin menyatakan bahwa kita tidak perlu risau dan khawatir apabila membantu Rohingya dan menempatkan rohingya bersama kita akan mengurangi rejeki kita. Rejeki kita sudah ditentukan oleh Allah. Tidak mungkin Allah akan mengurangi jatah kita karena ada orang lain yang ada bersama kita. Sungguh perbuatan mulia akan menambah pundi pundi rejeki dan amal baik kita disisi Allah. Diakhir statementnya Dr Muhammad Asri Zainal Abidin mengucapkan Tahniah kepada Aceh karena sikap kemanusiaan rakyat Aceh menyelamatkan marwah agama di mata dunia. Kesanggupan Aceh telah melindungi marwah umat ini.

Rohingya muslims trying to cross the Naf river into Bangladesh to escape sectarian violence in Myanm

Sudah sepatutnya sebagai sesama islam wajib menolong sesama kita. Apalagi saudara kita sedang kesusahan. Mana tau kelak di suatu saat kita akan berada di posisi mereka, sehingga kita wajib membantu sesama dalam kebaikan. Nabi kita pun telah mewasiatkan agar kita saling membantu karena Sesama Islam itu bagaikan 1 tubuh. Kalau kaki sakit maka badan pun akan terasa sakit. Semoga kita semua dilindungi Allah atas semua perbuatan baik kita dan Semoga Aceh terus dicucuri Rahmat dari Allah SWT

Glory Team